Demi Menggapai Ridha-Mu

NERACA KEADILAN

0 19

صيد الخاطر (ص: 38)

Kitab Shaidul Khaatir hlm. 38, Ibnul Jauzi rahimahullah.

18- فصل: ميزان العدل لايحابي

NERACA KEADILAN YANG POSITIF

من تأمل أفعال البارئ سبحانه، رآها على قانون العدل، وشاهد الجزاء مرصدًا للمجازى، ولو بعد حين، فلا ينبغي أن يغتر مسامح، فالجزاء قد يتأخر.

(48) Barangsiapa merenungkan perbuatan-perbuatan Al-Baari  (Maha pencipta), niscaya mendapatinya berjalan di atas keadilan. Juga mendapati bahwa balasan pasti menunggu orang yang hendak dibalasi meski setelah beberapa waktu yang lama. Maka janganlah tertipu orang yang memaafkan, karena balasan terkadang telat datangnya.

ومن أقبح الذنوب التي قد أعد لها الجزاء العظيم: الإصرار على الذنب، ثم يصانع صاحبه باستغفار وصلاة وتعبد، وعنده أن المصانعة تنفع!.

(49) Termasuk dosa paling buruk yang Allah mempersiapkan untuknya balasan berat adalah terus-terusan berbuat dosa. Kemudian pelakunya memperbanyak istighfar, shalat, dan ibadah, dengan anggapan bahwa perbuatannya bisa berguna.

وأعظم الخلق اغترارًا من أتى ما يكرهه الله، وطلب منه ما يحبه هو، كما روي في الحديث: “والعاجز من أتبع نفسه هواها، وتمنى على الله الأماني”.

(50) Manusia yang paling bodoh adalah yang mengerjakan perbuatan dibenci Allah, kemudian memohon padaNya perkara yang dia sukai. Sebagimana disebutkan dalam Hadis: “Orang bodoh adalah yang mengikuti hawa nafsunya tapi mengharap kepada Allah banyak kebaikan.”

Leave A Reply

Translate »