Demi Menggapai Ridha-Mu

Mendekati istri lelaki lain

0 43

? *TAKHBIB (MEREBUT ISTRI ORANG) APAKAH NIKAHNYA BATAL?*

_Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah wa ba’du._

Bagi kaum lelaki, hati-hatilah bila bergaul dengan seorang wanita. Apalagi bila wanita tersebut sudah bersuami, dan kebetulan sedang ada masalah dengan keluarganya. Mengapa? Berikut penjelasan tentang takhbib, perbuatan dosa besar yang jarang diketahui.

Dalam Syarah Sunan *Abu Daud, Adzim Abadi* menjelaskan *Takhbib secara bahasa artinya menipu dan merusak, dengan menyebut-nyebut kejelekan suami di hadapan istrinya, atau kebaikan lelaki lain di depan wanita itu.* [Aunul Ma’bud, 6/159]

Di bagian lain beliau juga menyebutkan: _*’Siapa yang melakukan Takhbib terhadap istri seseorang,’*_ *maknanya adalah siapa yang menipu wanita itu, merusak keluarganya, atau memotivasinya agar bercerai dengan suaminya, agar dia bisa menikah dengannya, atau menikah dengan lelaki lain, atau cara yang lainnya.* [Aunul Ma’bud, 14/52]

*Ad-Dzahabi* mendefinisikan takhbib: _*”Merusak hati wanita terhadap suaminya.”*_ [Al-Kabair, hal. 209]

Dalam Fatwa Islam dijelaskan, *usaha memisahkan wanita dari suaminya tidak hanya dalam bentuk memotivasi si wanita untuk menuntut cerai dari suaminya, tapi memberikan perhatian, empati, menjadi teman curhat juga termasuk takhbib.*

Disebutkan: _*”Merusak hubungan istri dengan suaminya tidak hanya dalam bentuk memotivasi dia untuk menggugat cerai. Bahkan semata upaya memberikan empati, belas kasihan, berbagi rasa, dan segala sebab yang membuat si wanita menjadi jatuh cinta kepadamu, merupakan bentuk merusak (keluarga) yang serius, dan usaha paling licik yang mungkin bisa dilakukan seseorang.”*_ [Fatwa Islam, no. 84849]

Memahami hal ini, *berhati-hatilah dalam bergaul dengan lawan jenis siapapun dia.* Bisa jadi pada awalnya seseorang memiliki niat baik, niat saling menolong, niat merasa kasihan, perlu ada teman untuk berbagi rasa. Sepertinya tidak ada masalah kalau hanya jadi teman curhat. Yang penting tidak ada perasaan apa-apa. Kita kan niatnya baik, saling mengingatkan dan menasihati. Saya merasa dekat dengan *Allah* semenjak kenal dia. Kita saling mengingatkan untuk tahajud, untuk puasa sunnah, saya menjadi rajin ibadah karena nasihatnya. Hatiku merasa nyaman dan tentram bersamanya. Semoga dia menjadi pasanganku di Surga, dan seabreg khayalan kasmaran lainnya.

*Ibnul Jauzi* menukil nasihat dari *Al-Hasan bin Sholeh* yang mengatakan: _*“Sesungguhnya setan membuka 99 pintu kebaikan untuk menjerumuskan orang ke dalam satu pintu keburukan.”*_ [Talbis Iblis, hlm. 51]

“`》Dosa Takhbib“`

Mungkin *takhbib merupakan perbuatan dosa besar yang jarang diketahui oleh kaum Muslimin.* Menjadi penyebab perceraian dan kerusakan rumah tangga orang lain, karena kehadirannya membuat seorang wanita membenci suaminya dan meminta untuk berpisah dari suaminya.

*Rasulullah* _shallallahu ‘alaihi wa sallam_ dalam banyak hadis memberikan ancaman keras untuk pelanggaran semacam ini, di antaranya:

*1.* Dari *Abu Hurairah* _radhiallahu ‘anhu,_ *Rasulullah* _shallallahu ‘alaihi wa sallam_ bersabda:

لَيْسَ مِنَّا مَنْ خَبَّبَ امرَأَةً عَلَى زَوجِهَا

_*”Bukan bagian dariku seseorang yang melakukan takhbib terhadap seorang wanita, sehingga dia melawan suaminya.”*_ [HR. Abu Daud 2175 dan dishahihkan Al-Albani]

*2.* Masih dari *Abu Hurairah* _radhiallahu ‘anhu,_ *Rasulullah* _shallallahu ‘alaihi wa sallam_ bersabda:

وَمَنْ أَفْسَدَ امْرَأَةً عَلَى زَوْجِهَا فَلَيْسَ مِنَّا

_*”Siapa yang merusak hubungan seorang wanita dengan suaminya, maka dia bukan bagian dariku.”*_ [HR. Ahmad 9157 dan dishahihkan Syuaib Al-Arnauth]

Dalam penjelasannya tentang bahaya cinta buta, *Ibnul Qoyim* menjelaskan tentang dosa takhbib: _*”Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melaknat orang yang melakukan takhbib dan beliau berlepas diri dari pelakunya. Takhbib termasuk salah satu dosa besar. Karena ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang seseorang untuk meminang wanita yang telah dilamar oleh lelaki lain, dan melarang seseorang menawar barang yang sedang ditawar orang lain, maka bagaimana lagi dengan orang yang berusaha memisahkan antara seorang suami dengan istrinya atau budaknya, sehingga dia bisa menjalin hubungan dengannya.”*_ [Al-Jawab Al-Kafi, hlm. 154]

Bahkan karena besarnya dosa takhbib, *Syaikhul Islam melarang menjadi makmum di belakang imam yang melakukan takhbib,* sehingga bisa menikahi wanita tersebut. [Majmu’ Fatawa, 23/363]

“`》Hukum Pernikahan Hasil Takhbib“`

Kita fokus dihukum pernikahan hasil merusak rumah tangga orang lain. Terdapat kaidah fiqih yang menyatakan: _*”Siapa yang terburu-buru mendapatkan sesuatu sebelum waktunya, dia dihukum dengan cara dilarang untuk mendapatkannya.”*_

*Terburu-buru mendapatkan sesuatu sebelum waktunya termasuk pelanggaran dalam agama.* Misalnya, seorang baru bisa mendapatkan warisan dari orang tuanya jika orang tuanya telah meninggal. Tapi jika dia buru-buru ingin mendapatkannya dengan cara membunuh orang tuanya, maka tindakannya menjadi penghalang baginya untuk mendapatkan warisan dari orang tuanya.

Dengan demikian, *semua pernikahan yang diawali dengan cara yang batil, hasilnya juga kebatilan.* Atas dasar ini *sebagian Ulama memutuskan, bahwa ketika terjadi perpisahan dalam keluarga yang disebabkan istri minta cerai karena kehadiran lelaki lain, maka mereka dipisahkan selamanya. Diberi hukuman dengan keputusan yang berkebalikan dengan harapan dan keinginannya.*

Dalam Ensiklopedi Fiqih dinyatakan: _*”Sebagian Ulama menegaskan dengan memberikan putusan paling susah untuknya dan melarangnya. Sampai Malikiyah mengatakan, bahwa wanita yang berpisah ini diharamkan untuk menikah dengan lelaki yang menjadi penyebab kerusakan rumah tangganya, diharamkan untuk selamanya, sebagai hukuman baginya, dengan kebalikan dari apa yang dia inginkan. Agar hal semacam ini tidak menjadi celah bagi masyarakat untuk merusak hubungan para wanita (dengan suaminya).”*_ [Al-Mausu’ah Al-Fikihiyah, 5/251]

Dalam pernyataan lain, juga di Ensiklopedi Fiqih: Mereka, *Ulama Malikiyah,* menyebutkan, bahwa *nikahnya dibatalkan, baik sebelum berhubungan badan maupun sesudah berhubungan, tanpa ada perbedaan pendapat di kalangan mereka.* Namun yang menjadi perbedaan adalah, apakah lelaki pelaku takhbib itu diharamkan untuk menikahi wanita selamanya, ataukah tidak sampai selamanya.

Mereka menyebutkan adanya dua pendapat:
*• Pertama, dan ini yang lebih terkenal, bahwa mereka dipisahkan tapi tidak selamanya.* Jika si wanita kembali kepada suami pertama, kemudian diceraikan oleh suami pertama, atau suami pertama meninggal, maka si lelaki kedua ini boleh menikahi wanita itu.

*• Kedua, mereka diharamkan menikah selamanya.* Di antara yang menyatakan pendapat ini adalah *Yusuf bin Umar,* seperti yang disebutkan dalam Syarh Az-Zarqani, dan ini yang difatwakan beberapa Ulama Kontempporer di daerah Fez Maroko. [Al-Mausu’ah Al-Fikihiyah, 11/20]

Dalam kitab Al-Iqna’ dinyatakan: _*”Syaikhul Islam mengatakan tentang orang yang mempengaruhi wanita sehingga bercerai dengan suaminya, lelaki ini harus mendapatkan hukuman berat. Nikahnya batal, menurut salah satu pendapat Ulama dalam Mazhab Malik dan Ahmad serta yang lainnya. Dan wajib dipisahkan keduanya.”*_ [Al-Iqna’, 3/182]

Memang lelaki ini menikah dengan si wanita atas dasar saling ridha. Tapi perlu diingat, *dia membangun keluarga dengan cara bermaksiat kepada Allah, dan menghancurkan keluarga orang lain.*

Oleh karena itu *waspada bagi para lelaki, jangan sampai menerima curhat wanita tentang keluarganya. Bisa jadi ini langkah pembuka Iblis untuk semakin menjerumuskan Anda.* Terkecuali jika Anda seorang Ulama ataupun tokoh agama yang berhak memberikan fatwa dengan ilmunya, yang bisa menjelaskan halal-haram satu masalah.

_Semoga Allah menyelamatkan kita dari bahaya besar lingkungan yang kurang memperhatikan adab pergaulan._

والله أعلم، وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

*?️ Sumber:* https://nasihatsahabat.com/takhbib-merebut-istri-orang-apakah-nikahnya-batal/

_?️ Penulis: Ustadz Ammi Nur Baits hafidzahullah_

*———-••♛♛♛••———-*

Leave A Reply

Translate »