Demi Menggapai Ridha-Mu

Mau menikah tapi dengan syarat tertentu

0 15

Assalamu’alaikum warahmatullahi wa barakaatuh.

Ustad mohon maaf mau bertanya:

1. Bagaimana hukum seorang akhwat meminta syarat dalam masalah pernikahan agar tetap bekerja karena dia terikat kontrak kerjanya, sementara Ikhwannya tidak bisa ikut istri karena ada urusan di daerah yg lain misalnya kuliah.

jawab:

Wallaahu a’lam. insya Allah tidak menjadi masalah. selama syaratnya tidak menyalahi quran dan Hadis. apalagi dia sudah ada kontrak kerja sebelumnya. Nabi shallallaahu alaihi wasallam bersabda:

((كُلُّ شَرْطٍ خَالَفَ كِتَابَ اللهِ فَهُوَ بَاطِلٌ وَإِنِ اشْتَرَطَ مِائَةَ شَرْط ((

“Setiap syarat yang menyalahi kitabullah maka batil. Meski seseorang memberi syarat sebanyak seratus syarat.”(Sahih Al-Bukhari, no. 2734)

Namun jika kontrak kerja sudah selesai maka menjadi kewajiban istri untuk menaati suami. Andai suami menyuruhnya berhenti bekerja karena suami sudah mampu mencukupi nafkahnya maka seorang istri wajib menaati suami. selama perintahnya bukan maksiat. Karena Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:

((إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا ، وَصَامَتْ شَهْرَهَا ، وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا ، وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا : ادْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ)).

“Jika wanita mengerjakan shalat lima waktu, berpuasa bulan ramadhan, menjaga kemaluannya, dan menaati suami. dikatakan padanya: Masuklah dalam Surga melalui pintu mana pun yang engkau kehendaki.” (Musnad Ahmad, no. 1661 dengan sanad hasan)

Ini menunjukkan bahwa menaati suami bagi wanita adalah syarat masuk Surga. jika membangkang suami, maka sulit baginya masuk Surga.

ini jika pekerjaannya adalah pekerjaan yang syar’i. tapi jika pekerjaannya bukan syar’i, semisal bekerja di bank konvensional, di pegadaian, pajak, atau intansi-intansi lain yang tidak sepenuhnya halal, maka wajib keluar dan putus kontrak meski dengan membayar denda atas pemutusan tersebut.

2. Bolehkah akhwat tersebut menggugurkan kontrak kerjanya meskipun masih terikat kontrak demi bisa bersama suaminya?

jawab:

wallaahu a’lam, menaati suami adalah wajib. Tapi jika dengan memutus kontrak kerja bisa dikatakan munafik, karena menyalahi perjanjian, maka sebaiknya tidak dilakukan.

kecuali pihak lembaga istri menerima alasan tersebut karena sekarang sudah bersuami, atau dengan membayar jaminan atau denda atas putusnya kontrak kerja yang belum selesai. ini jika pekerjaannya adalah pekerjaan yang murni halal.

jika pekerjaannya pekerjaan yang haram atau penuh syubhat, maka wajib keluar dengan membayar denda atas putusnya kontrak tersebut.

jika suami siap menerima itu maka tidak menjadi masalah. jika suami tidak mau menerima maka bisa mencari calon istri yang lain. Wallahu a’lam.

semoga bermanfaat.

Leave A Reply

Translate »