Demi Menggapai Ridha-Mu

Kedermawanan yang diuji

0 30


Bismillah…

☘️☘️☘️
*KEDERMAWANAN YANG TERUJI*

Ada kisah luar biasa, ini kisah tiga orang dermawan yang kita tahu sebagian kita hafal namanya.

Suatu hari ada sebuah perbincangan di samping Ka’bah. Ada tiga orang yang berbincang tentang tiga tokoh yang sangat dermawan, Ketiga orang ini sepakat ingin menguji kedermawanan tiga orang tersebut. Metodenya adalah tiga orang ini akan mendatangi tiga orang yang berbeda kemudian masing-masing mengeluarkan kalimat yang sama.

Kalimatnya adalah Saya adalah Ibnu sabil, orang yang melakukan perjalanan dan kehabisan bekal. Kalimatnya sama, disampaikan kepada ketiga orang yang berbeda, mereka ingin melihat respon masing-masing, nanti mereka berkumpul lagi untuk melihat hasilnya

🏠🏠🏠
Orang yang pertama Abdullah bin Ja’far. Kita tahu Ja’far bin Abi Thalib adalah sepupu Nabi yang wajahnya mirip dengan Nabi _Shallalhu Alaihi Wasallam_. Nah ini putranya, Abdullah bin Ja’far

Abdullah bin Ja’far waktu itu sedang mengendarai kendaraannya, kemudian orang pertama yang ngetes ini datang, Ia mengatakan, wahai Abdullah saya ini adalah Ibnu Sabil yang kehabisan bekal. Saya melakukan perjalanan dan kehabisan bekal. mendengar itu, lalu Abdullah bin Ja’far turun dari kendaraannya, kemudian menyerahkan kendaraannya. Lalu berkata, “Di kendaraan itu ada tas yang menggantung”, kemudian beliau juga mengatakan, “dalam Tas itu ada 1000 dinar”. Kalau sekarang kita lihat, 1000 dinar hari ini, satu Dinar nya bisa sampai Rp 4.000.000 maka nilainya adalah setara dengan Rp 4 miliar. Abdullah Bin Ja’far berkata, “itu seribu dinar ambil untukmu, kemudian ini ada pedang, karena kamu dalam perjalanan mungkin engkau butuh pedang maka ini pedang ambillah. Dan ini bukan sembarang pedang, ini pedangnya Ali Bin Abi Thalib _radhiallahu anhu_”.

Masya Allah, itulah Abdullah bin Ja’far

🚗🚕🚙
Kemudian orang dermawan yang kedua adalah Qais Bin Saad, putranya Sa’ad Bin Ubadah. Kita tahu Sa’ad Bin Ubadah adalah salah satu pemimpin besar kaum Anshar di Madinah. Kedermawannya sangat terkenal. Kedermawanan Saad bin Ubadah itu yang kita kenal, beliau itu setiap hari mengirim makanan ke istri-istri nabi untuk menyamankan Nabi, supaya nabi itu nyaman dan fokus saja mengajar umat Islam. Maka dari itu urusan makan keluarga beliau itu Saad Bin Ubadah yang mengurusi.

Dulu kaidah nya ahli ilmu itu seperti itu, jadi ahli ilmu itu nyaman dengan ilmunya, urusan ekonomi keluarganya ada yang ngurusi. Artinya di sini, izzahnya tetap hadir, yang kemudian inilah nanti yang menjadi konsep wakaf. Wakaf itu menjaga Izzah para ahli ilmu.

Putranya Saad Bin Ubadah adalah Qais Bin Saad, beliau juga sangat Dermawan seperti ayahnya. Bahkan beliau disebut-sebut lebih dermawan dari ayahnya.

Orang kedua yang ingin menge-tes itu datang ke rumah Qais, mengetuk pintu rumahnya, namun yang keluar adalah budak perempuannya. Kemudian budak itu bertanya,”Anda mau apa?” Kemudian orang itu berkata, “Sampaikan kepada Qais, bahwa saya adalah Ibnu Sabil, orang yang melakukan perjalanan dan kehabisan bekal”.

Apa yang terjadi?

Budaknya Qais itu berkata, kalau tuannya, Qais, ia sedang tidur. Maka kita lihat, kalimat ajaib budak pembantunya Qais ini. Kita lihat, sampai pembantunya hafal kebiasaan-kebiasaan Qais. Budak nya Qais ini bilang, “kalau hanya masalah kamu kehabisan bekal dalam perjalanan, tidak perlu sampai membangunkan Tuanku, Qais. Yang begitu itu urusan saya cukup. Kalau Tuan saya ya biar mengurus urusan urusan yang besar saja, kalau urusan seperti ini urusan saya”. Lalu budak perempuan itu mengambilkan kantong kain yang berisi uang. “Ini di dalam kantong ini ada 700 Dinar”. Budak itu lalu berkata, “ini bawa untuk perjalananmu lalu setelah ini kamu pergi ke sana, ke tempatnya kandangnya tuan Qais, di sana ada unta, ada kuda. Ada unta dan kuda yang ada tandanya khusus, nah yang ada tanda khususnya itu kamu ambil, kamu bawa pergi”.

_Masya Allah_ sampai seperti itu…

Itu kalau saat ini sekarang itu sama dengan menunjukkan mobil kita.
“Itu ada mobil di garasi,ada mobil merk yang itu ambil aja, kamu bawa pergi”.
Nah kalau kayak Qais, mobilnya dikasihkan, baru pantes kalau ngaku Sultan.

Kemudian Qais bangun, orang itu sudah pergi, lalu budaknya bercerita, tadi ada orang datang, bilang begini-begini, lalu saya kasih begini-begini.
Kata Qais, “kamu sudah melakukan hal yang benar dan karena itu, kamu saya bebaskan dari perbudakan”

_Masya Allah_, itulah Qais Bin Saad

📦📦📦
Kemudian orang dermawan yang ketiga adalah Irab Al Ausy orang yang ketiga mendatangi Irab Al Ausy ini beliau yang nanti di kesimpulan mereka yang bertiga yang menguji ini inilah orang yang paling Dermawan. Kenapa? nanti kita lihat.

Orang yang ketiga ini menemuinya Irab Al Ausy, beliau ini dua sudah tua, sudah sepuh, bahkan sudah buta matanya. Orang yang tadi itu, bertemua dengan Irab Al Ausy saat sedang berjalan ke masjid. Di kanan kirinya ada dua budak yang menuntunnya, karena sudah Sepuh. Dan orang yang menguji ini mengatakan hal yang sama, “saya Ibnu Sabil yang melakukan perjalanan, kemudian kehabisan perbekalan. Kemudian Irab Al Ausy mengatakan bahwa, “Saya orang yang sudah tidak punya harta lagi, tapi karena kamu meminta, maka yang ada pada saya hanya dua budak ini, maka ambil kedua budak saya ini”. Maka orang yang menguji ini berkata. “Jangan… Jangan…, kalo saya ambil kedua budakmu ini lalu bagaimana engkau pergi ke masjid?” Irab Al Ausy berkata, “saya sudah mengakadkan untuk memberikan kedua budak ini, maka budak ini bukan punyaku lagi, ambillah, terserah mau engkau gunakan untuk apa”. lalu setelah itu Irab AL Ausy lalu pulang lagi ke rumahnya, karena nggak bisa melanjtukan perjalanannya ke Masjid. Beliau pulang lagi ke rumahnya dengan meraba-raba dinding atau apa yang bisa dipegang, sampai ke rumahnya.

_Masya Allah_, itulah Irab Al Ausy
Beliau lah yang dianggap paling dermawan, bahkan saat sudah tidak punya apapun, tetap memaksakan diri untuk bersedekah dengan apa yang ada.

Itulah yang disebut dalam kalimat Rasullullah Shallallahu Alaihi Wassalam, bahwa _Afdhallu Shodaqoh Jahdul Muqil_.

Dalam bunyi hadits yang lebih lengkapnya seperti berikut ini:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّهُ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ الصَّدَقَةِ أَفْضَلُ قَالَ: جَهْدُ الْمُقِلِّ وَابْدَأْ بِمَنْ تَعُولُ

_Dari Abu Hurairah, bahwasanya ia bertanya: “Wahai Rasulullah, shadaqah mana yang paling utama?” Beliau menjawab: “Bersusah payahnya orang yang sedikit hartanya (dalam bershadaqah), dan mulailah memberi kepada keluarga terdekat.”_
(Sunan Abi Dawud bab fir-rukhshah fi dzalik no. 1679).

Maknanya adalah: Shodaqoh terbaik itu adalah orang yang kekurangan tapi berusaha sekuat tenaga untuk memberi.

📣📣📣
Itulah bangunan dasar Hati Muslimim
Itulah bangunan dasar Peradaban Islam
Karena Peradaban Islam itu dibangun di atas Hati-Hati Muslimin

_Ya Allah, Jadikanlah hati-hati kami, hati yang mudah bersedekah, dan jadikanlah kami bagian dari bangunan Peradaban Islam._
Aamiin.

_Barakallahu Fii Kum_

❤️🧡💛💚
Bukan masalah Banyaknya.. Melainkan keistiqamahannya..
_Amalan yang paling dicintai Allah SWT yaitu yang dikerjakan secara terus-menerus walaupun sedikit._
(HR. Ahmad dan Muslim)

Leave A Reply

Translate »