Demi Menggapai Ridha-Mu

Untukmu yang merasa tersakiti

0 23

UNTUKMU YANG MERASA TERSAKITi
*edisi untuk istri dalam rumah tangga poligami
Siapapun kita baik R1, R2, R3, atau R4
Tentu dalam perjalanan poligami ada saja hal-hal yang membuat dada terasa sesak.
Ada saja hal-hal yang membuat hati kita merasa tersakiti.
Mungkin kita merasa tersakiti oleh madu kita,
suami kita, atau orang lain diluar lingkaran tersebut seperti orang tua, mertua, ipar, saudara, tetangga, teman ato bahkan orang lain yang tidak kita kenal.
Dalam rumah tangga poligami,
Rangking pertama, yang paling sering memicu sakitnya hati seorang istri adalah saat suaminya bersikap tak adil.
Entah dalam urusan nafkah, jatah bermalam. Atau dalam urusan cinta dan kasih sayang.
Saya sebenarnya tidak akan membahas konflik-konflik tersebut, sebab siapapun bisa jadi merasa benar dengan argumentasinya.
Saling tuding tak berkesudahan
Hanya akan semakin membuat citra syariah itu semakin tercoreng.
Saya lebih tertarik membahas hal lain
Yakni membahas “jurus” untuk bangkit dari keterpurukan akibat sakit hati, kecewa, sedih, terdholimi, dikhianati, dibohongi atau apapun istilahnya.
Membahas “jurus” agar bisa membalikan keadaan, dari kondisi yang tadi saya sebutkan menjadi titik balik munculnya kekuatan diri.
Ada beberapa “jurus” agar kita tak mudah merasa tersakiti dan baperan.
Kali ini saya akan membagi satu jurus saja. Meski hanya satu, semoga uraian dibawah ini bisa menjadi pengingat agar kita tak mudah merasa sakit hati.
Jurus no 1
SEMUA YANG MENIMPA KITA TERJADI ATAS IZIN ALLAH
Percayalah, seluruh peristiwa yang terjadi pada kita tak akan pernah menimpa kita,
bila Allah tak mengizinkan.
Allah lah yang merancang episode tersebut terjadi dalam kehidupan kita
Misalnya episode dimana kita menjadi istri pertama, kedua, ketiga, keempat bahkan menjadi janda atau jofisa
Episode dimana kita dighibahi, difitnah, oleh orang lain.
Episode kita diperlakukan tak adil oleh suami kita
Episode uang kita dibawa lari oleh teman bisnis kita
Semua episode itu tak akan terjadi kecuali atas izin dariNya.
Jadi saat kita merasa tersakiti ingatlah bahwa Allah yang menghadirkan episode itu dalam kehidupan kita.
Kita tak wajib tau alasan kenapa hal itu menimpa kita
Kita hanya wajib meyakini itu dariNya dan pasti itu yang terbaik.
Jangan sekali-kali mengingat dan fokus pada manusia yang menyakiti kita.
Jangan sibuk mencari kambing hitam
Sebab mengingat manusia itu penyakit
Dan mengingat Allah adalah obatnya.
Bila kita disakiti madu kita,
Semakin kita ingat wajahnya dan sikapnya
Hati kita tentu akan merasa semakin sakit
Ketahuilah hanya dengan mengingat Allah hati kita menjadi tenang!
Dan siapakah Allah itu?
Dialah hakim yang maha adil dan paling bijak.
Dialah Tuhan yang maha mengetahui
Dialah yang paling sayang sama kita
Dialah yang mengatur makhluqNya dan yang menetapkan taqdir bagi hambaNya.
Nah, ini adalah perkara tauhid
Perkara keyakinan kepadaNya
Dan ini adalah sumber kekuatan diri.
Perkara terpenting yang perlu kita bangun.
Setelah itu, saat ada kejadian yang terasa menyakitkan cobalah merenung adakah pesan cinta Allah dari kejadian tersebut?
Apakah maksud Allah kepada kita?
mengapa dari sekian milyar manusia hanya kita yang mengalaminya?
Sambil nangis kita mungkin akan berkata “why me?”
Kata Allah “why not?”
Sungguh, saat Allah mencintai seorang hamba Dia akan mengujinya.
Ada pahala yang hanya hilang saat kita merasakan kepedihan.
Coba kita renungkan
Kita mungkin berusaha memperoleh pahala dengan mempersembahkan hal terbaik bagi Allah melalui shalat, sedekah, shaum kita.
Tapi Allah juga memberi persembahan terbaik bagi kita dengan caraNya.
melalui sesuatu bernama masalah dan rasa sakit hati.
Persembahan siapakkah yang terbaik?
Tentu saja persembahanNya.
Jadi yakinlah, saat kita disakiti, itu karena Allah mengizinkan hal tersebut terjadi menimpa kita
Dan pasti ada pesan cintaNya.
Ada maksudnya, meski kita belum tau maksud Allah tapi percayalah Dia, ( Allah) adalah hakim yang paling adil nan bijak.
Jadi kalo pola fikir kita begitu insyAllah kita akan menikmati setiap persembahan Allah dengan suka cita, dan rasa syukur.
Kita tak akan mudah sakit hati karena perbuatan manusia.
Jadi apabila
Suami kita tak adil dalam hal nafkah dan bermalam,
madu kita menyakiti kita dengan perkataan dan perbuatannya
Atau kita dighibahi orang dari a sampe z Jangan takut jangan risau jangan baper!
Kita masih memiliki Allah, hakim yang adil dan bijaksana!


Jurus 2
Semua terjadi disebabkan dosa-dosa kita
Niat buruk orang lain, fitnahan, hoaks sama sekali tak membahayakan, yang membahayakan kitai sesuangguhnya adalah dosa-dosa kita.
Saat kita disakiti maka ingatlah baik-baik
Bisa jadi semua adalah karena dosa kita.
Nah ini pola fikir yang juga perlu dibangun.
InsyAllah kita akan lebih banyak intropseksi dan memperbaiki diri
Best fuel ever !
Bersambung
@dewirosmayanti_

Leave A Reply

Translate »