Demi Menggapai Ridha-Mu

Pelakor

0 23

Bismillahirrahmanirrahim

DULU BENCI SEKARANG RINDU

Fenomena penolakan para ummahat/akhwat yang berstatus sebagai istri ketika suaminya menikah lagi adalah sebuah fenomena wajar dan dapat dimaklumi.

Poligami memang bukan persoalan remeh bagi mereka, namun ini adalah perkara besar yang bagi sebagian wanita menganggap dirinya terhina saat suaminya menikah lagi.

Namun banyak juga para istri yang masih Allah mudahkan untuk memilih berada diatas kesabaran dan keikhlasan saat ia tau suaminya benar-benar telah menikah lagi.

Ini bukanlah soal siapa yang lebih berilmu, bukan pula tentang siapa yang duluan mengaji atau bahkan bukan tentang siapa yang paling lebar hijabnya. Namun ini adalah siapa yang Allah mudahkan hatinya menjadi lapang saat diuji.

Penolakan pada poligami yang diekspresikan dengan gugat cerai/Khulu’ seorang istri kepada suaminya adalah persoalan biasa. Biasa karena bisa jadi gugat cerai yang ia lakukan adalah perkara al-haq dan dengan landasan syar’i.

Sebenarnya, beberapa istri menolak poligami tidak mesti karena mereka benci kepada poligami meski ada beberapa wanita yang memang punya penyakit hati terhadap syariat ini. Namun, beberapa diantaranya menolak karena mereka menganggap suaminya memang tidak layak untuk menikah lagi. (Uraian tentang kelayakan kita akan bahas pada waktu lain).

Yang pasti adalah, sikap ketergesaan gugat cerai/Khulu’ yang dilakukan seorang istri kepada suaminya yang shalih hanya akan melahirkan rasa bersalah dan penyesalan mendalam dikemudian hari. Percayalah!

✓ Hari ini ia menjanda karena menolak dimadu, suatu hari setelah menjanda malah ia menjadi madu.
✓ Dulu ia istri pertama, karena sebab gugat cerai lalu menjanda, kemudian menyesal dan akhirnya mengemis untuk rujuk akhirnya menjadi istri kedua
✓ Hari ini ia pernah menuduh wanita yang dinikahi suaminya sebagai PELAKOR, suatu hari bisa saja ia tertuduh sebagai PELAKOR.

Maka, tidak ada pilihan lain bagi istri Shalihah selain bersabar dan menguatkannya, ikhlas dan berbaiksangka saat ujian itu datang. Jika tidak, bersiaplah untuk menyesal berkepanjangan.

PENYESALAN memang datang selalu belakangan, kalau datang duluan namanya PENDAFTARAN!

Rumusnya jelas, perceraian terjadi sebab KEMAKSIATAN salah satu di antara mereka, lepas dari semua manusia pasti punya dosa. Maka lihatlah SUAMI BERIKUTNYA dari seorang JANDA CERAI, jika lebih baik dibanding suami sebelumnya maka memang dia menjanda karena kedholiman suaminya, tapi jika sebaliknya …….

Wallahu Taala A’lam

Leave A Reply

Translate »