Demi Menggapai Ridha-Mu

Pesan tersirat dari gerhana

2

๐ŸŒ–๐ŸŒ™ *Pesan Tersirat Dari Gerhana*

Terjadinya gerhana, ternyata bukan sekedar fenomena alam biasa. Namun ada pesan tersirat yang diselipkan Sang Pencipta, pada peristiwa tersebut. Banyak yang tidak menyadari, ternyata gerhana adalah tanda-tanda yang Allah jadikan, sebagai peringatan untuk para hambaNya. Barangkali dosa-dosa yang sudah disepelekan, kelalaian yang akut, atau maksiat-maksiat lainnya yang sudah merajalela. Allah hendak mengingatkan melalui fenomena langka ini, kalau-kalau datang azab. Supaya manusia bertaubat, kembali takut kepadaNya. Juga supaya manusia menyadari, betapa maha kuasanya Allah, menjadikan siang yang tadinya terang benderang, tiba-tiba menjadi redup atau bahkan gelap gulita seperti halnya malam.

Sebagaimana diterangkan dalam Alquran, terkadang Allah mendatangkan musibah supaya manusia bertaubat dan menjadi pelajaran untuk mereka.

*ูˆูŽู„ูŽู‚ูŽุฏู’ ุฃูŽุฎูŽุฐู’ู†ูŽุง ุขู„ูŽ ููุฑู’ุนูŽูˆู’ู†ูŽ ุจูุงู„ุณู‘ูู†ููŠู†ูŽ ูˆูŽู†ูŽู‚ู’ุตู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุซู‘ูŽู…ูŽุฑูŽุงุชู ู„ูŽุนูŽู„ู‘ูŽู‡ูู…ู’ ูŠูŽุฐู‘ูŽูƒู‘ูŽุฑููˆู†ูŽ*

_โ€œDan sesungguhnya Kami telah menghukum (Firโ€™aun dan) kaumnya dengan (mendatangkan) musim kemarau yang panjang dan kekurangan buah-buahan, supaya mereka mengambil pelajaranโ€_(QS. Al Aโ€™raf: 130).

*ุฃูŽูˆูŽู„ูŽุง ูŠูŽุฑูŽูˆู’ู†ูŽ ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ูู…ู’ ูŠููู’ุชูŽู†ููˆู†ูŽ ูููŠ ูƒูู„ู‘ู ุนูŽุงู…ู ู…ูŽุฑู‘ูŽุฉู‹ ุฃูŽูˆู’ ู…ูŽุฑู‘ูŽุชูŽูŠู’ู†ู ุซูู…ู‘ูŽ ู„ูŽุง ูŠูŽุชููˆุจููˆู†ูŽ ูˆูŽู„ูŽุง ู‡ูู…ู’ ูŠูŽุฐู‘ูŽูƒู‘ูŽุฑููˆู†ูŽ*

_โ€œTidakkah mereka (orang-orang munafik itu) memperhatikan bahwa mereka selalu ditimpa bencana sekali atau dua kali setiap tahun?! Namun mereka tidak (juga) mau bertaubat dan tidak (pula) mengambil pelajaranโ€_ (QS. At Taubah: 126).

Hanya saja gerhana bukan musibah. Ia adalah tanda atau peringatan, untuk menakut-nakuti dari sebuah petaka atau balaโ€™.

Oleh karenanya, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam memerintahkan umatnya untuk segera sholat, istighfar, bersedekah, dan semangat melakukan amalan-amalan kebajikan saat terjadi gerhana.

Mari simak hadis dari Abu Musa al Asyโ€™ari radhiyallahu โ€˜anhu berikut. Beliau mengatakan,

_โ€Dahulu pernah terjadi gerhana Matahari (di zaman Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, pent). Maka Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam segera berdiri dengan perasaan takut kalau terjadi kiamat. Kemudian beliau memasuki masjid untuk melakukan shalat; rukuโ€™ dan sujud, dalam waktu yang amat panjang yang pernah aku lihat.

Setelah itu beliau bersabda,

*ู‡ูŽุฐูู‡ู ุงู„ู’ุขูŠูŽุงุชู ุงู„ูŽู‘ุชููŠ ูŠูุฑู’ุณูู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู„ูŽุง ุชูŽูƒููˆู†ู ู„ูู…ูŽูˆู’ุชู ุฃูŽุญูŽุฏู ูˆูŽู„ูŽุง ู„ูุญูŽูŠูŽุงุชูู‡ู ูˆูŽู„ูŽูƒูู†ู’ ูŠูุฎูŽูˆูู‘ูู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุจูู‡ู ุนูุจูŽุงุฏูŽู‡ู ุ› ููŽุฅูุฐูŽุง ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชูู…ู’ ุดูŽูŠู’ุฆู‹ุง ู…ูู†ู’ ุฐูŽู„ููƒูŽ ููŽุงูู’ุฒูŽุนููˆุง ุฅูู„ูŽู‰ ุฐููƒู’ุฑูู‡ู ูˆูŽุฏูุนูŽุงุฆูู‡ู ูˆูŽุงุณู’ุชูุบู’ููŽุงุฑูู‡ู*

_โ€Tanda-tanda yang Allah kirimkan ini (yakni gerhana, pent), tidaklah terjadi karena kematian atau kelahiran seseorang. Namun Allah hendak menakut-nakuti para hamba-Nya dengannya. Apabila kalian melihatnya, maka bersegeralah untuk berdzikir, berdoโ€™a dan istighfar (memohon ampun) kepada-Nyaโ€_ (HR. Bukhori dan Muslim).

Ibnu Hajar rahimahullah menyimpulkan dari hadis ini,

*ููŠู‡ ุงู„ู†ุฏุจ ุฅู„ู‰ ุงู„ุงุณุชุบูุงุฑ ุนู†ุฏ ุงู„ูƒุณูˆู ูˆุบูŠุฑู‡ ู„ุฃู†ู‡ ู…ู…ุง ูŠุฏูุน ุจู‡ ุงู„ุจู„ุงุก*

_โ€œHadits di atas terdapat anjuran untuk beristighfar ketika terjadi gerhana, atau yang lainnya. Karena istighfar adalah diantara sebab untuk menolak balaโ€˜.โ€_ (Fathul Bari, 2/546)

Syaikh Ibnu Baz mengatakan,

*ูˆู…ุง ูŠู‚ุน ู…ู† ุฎุณูˆู ูˆูƒุณูˆู ููŠ ุงู„ุดู…ุณ ูˆุงู„ู‚ู…ุฑ ูˆู†ุญูˆ ุฐู„ูƒ ู…ู…ุง ูŠุจุชู„ูŠ ุงู„ู„ู‡ ุจู‡ ุนุจุงุฏู‡ ู‡ูˆ ุชุฎูˆูŠู ู…ู†ู‡ ุณุจุญุงู†ู‡ ูˆุชุนุงู„ู‰ ูˆุชุญุฐูŠุฑ ู„ุนุจุงุฏู‡ ู…ู† ุงู„ุชู…ุงุฏูŠ ููŠ ุงู„ุทุบูŠุงู†ุŒ ูˆุญุซ ู„ู‡ู… ุนู„ู‰ ุงู„ุฑุฌูˆุน ูˆุงู„ุฅู†ุงุจุฉ ุฅู„ูŠู‡*

_โ€œKejadian gerhana bulan atau matahari, atau fenomena yang semisalnya, merupakan ujian Allah untuk hamba-hambaNya. Yaitu untuk menimbulkan rasa takut kepada Allah subhanahu wa taโ€™ala, dan peringatan kepada mereka dari berlarut-larut dalam kemaksiatan. Dan supaya mendorong mereka untuk kembali ke jalan Allahโ€_ (Majmuโ€™ Fatawa Ibnu Baz, 9/157).

Sampai-sampai diceritakan oleh para sahabat, bagaimana ekspresi takut beliau โ€“shallallahu alaihi wa sallamโ€“ ketika terjadi gerhana kala itu,

*ูุฃุฎุทุฃ ุจุฏุฑุน ุญุชู‰ ุฃูุฏุฑููƒ ุจุฑุฏุงุฆู‡ ุจุนุฏ ุฐู„ูƒ*

_โ€œSampai-sampai beliau keliru mengambil selendang salah satu istri beliau, kemudian setelah sadar, beliau mengenakan selendangnyaโ€_ (HR. Muslim).

Imam Nawawi rahimahullah menerangkan makna perkataan di atas,

*ู„ุดุฏุฉ ุณุฑุนุชู‡ ูˆุงู‡ุชู…ุงู…ู‡ ุจุฐู„ูƒ ุฃุฑ

ุงุฏ ุฃู† ูŠุฃุฎุฐ ุฑุฏุงุกู‡ ูุฃุฎุฐ ุฏุฑุน ุจุนุถ ุฃู‡ู„ ุงู„ุจูŠุช ุณู‡ูˆุง ูˆู„ู… ูŠุนู„ู… ุฐู„ูƒ ู„ุงุดุชุบุงู„ ู‚ู„ุจู‡ ุจุฃู…ุฑ ุงู„ูƒุณูˆู*

_โ€œKarena saking buru-burunya dan konsentrasi beliau tertuju pada fenomena gerhana tersebut. Yakni beliau hendak mengambil selendangnya, namun ternyata yang keambil selendang milik sebagian istri beliau. Karena tidak sadar, disebabkan hati beliau disibukkan dengan peristiwa gerhanaโ€_(Al Minhaj 6/212).

Maka dari itu, gerhana bagi seorang mukmin selayaknya menimbulkan rasa takut, membuatnya berfikir akan adzab Allah, dan menyadarkan dirinya untuk segera bertaubat. Bukan ajang untuk hiburan, sekedar tontonan atau menganggapnya sebatas fenomena alam biasa; yang lumrah terjadi.

Imam Ibnu Kastir menasehatkan, ketika menafsirkan ayat, โ€œTidakkah mereka (orang-orang munafik itu) memperhatikan bahwa mereka selalu ditimpa bencana sekali atau dua kali setiap tahun?! Namun mereka tidak (juga) mau bertaubat dan tidak (pula) mengambil pelajaran.โ€ (QS. At Taubah: 126).

Beliau mengatakan,

*ูุงู„ู…ุคู…ู† ู…ู† ูŠุชูุทู‘ูŽู† ู„ู…ุง ุงุจุชู„ุงู‡ ุงู„ู„ู‡ ุจู‡ ู…ู† ุงู„ุถุฑู‘ูŽุงุก ูˆุงู„ุณุฑู‘ูŽุงุกุŒ ูˆู„ู‡ุฐุง ุฌุงุก ููŠ ุงู„ุญุฏูŠุซ: ((ู„ุง ูŠุฒุงู„ ุงู„ุจู„ุงุกู ุจุงู„ู…ุคู…ู† ุญุชู‰ ูŠุฎุฑุฌ ู†ู‚ูŠู‘ู‹ุง ู…ู† ุฐู†ูˆุจู‡))ุŒ ูˆุงู„ู…ู†ุงูู‚ ู…ุซู„ู‡ ูƒู…ุซู„ ุงู„ุญู…ุงุฑ ู„ุง ูŠุฏุฑูŠ ููŠู… ุฑุจุทู‡ ุฃู‡ู„ู‡ุŒ ูˆู„ุง ููŠู… ุฃุฑุณู„ูˆู‡ุŒ ูู„ุง ูŠุชู‘ูŽุนูุธ ุฅู† ุฃุตูŠุจุŒ ูˆู„ุง ุฅู† ุฃูุนุทูŠ*.

_โ€œSeorang yang mukmin, adalah yang berfikir / sadar saat Allah mendatangkan cobaan kepadanya, baik dengan kenikmatan atau musibah. Oleh karenya dalam sebuah hadis diterangkan, โ€œSeorang mukmin selalu mendapatkan cobaan, sampai dia keluar dari alam dunia, bersih tanpa membawa dosa.โ€ Adapun orang munafik, perumpaannya seperti keledai. Tidak sadar kalau sedang diikat tuannya, ketika diperintah, ketika mendapat musibah, dan ketika diberiโ€_(Lihat Tafsir Ibnu Katsir untuk ayat 95 dari surat Al Aโ€™raf).

Wallahuaโ€™lam bis shawabโ€ฆ

Penulis : Ahmad Anshori

*๐Ÿ–ฅ Editor admin MDAF*
*๐Ÿ”ŽDi koreksi ust Nazirin.LC ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰*
MEDIA DA’WAH AL-FURQON

Leave A Reply

Your email address will not be published.