Demi Menggapai Ridha-Mu

Terkadang yang kita benci malah lebih baik

0 7

Dongeng sebelum tidur :

Ada anak kecil umur enam tahun bersama bapaknya sedang berdiri di pinggir jalan di depan pasar untuk menunggu angkutan bis umum yg akan dinaikinya.

Si bapaknya sedang membawa tas plastik berisikan dua kiloan buah jeruk yg barusan dibelinya,

tangan kanannya menggandeng anaknya, sedangkan tangan kirinya membawa tas plastik berisi buah buahan jeruk tersebut.

Setelah nunggu lima belas menitan, maka tampaklah dari kejauhan sebuah *bis yg kelihatan bagus* maka si anaknya berkata :
“Pak, bis itu bagus ya, kita naik yg itu ya?”.

Si bapaknya berkata :
“iya, akan kita cegat supaya berhenti”.

Setelah bis nya berhenti di hadapan keduanya, dan pintu depan sudah dibuka oleh keneknya,

maka segeralah si anak itu naik duluan dan langsung dia memilih tempat duduk kesukaannya yakni kursi paling depan di posisi kiri, maka duduklah si anak itu,

tapi ketika si bapaknya menyusul melangkahkan kakinya menaiki ke dalam bis, tiba tiba kantong tas plasitik tsb robek karena tidak kuat menampung beratnya jumlah buah buahan jeruk,

akibatnya jeruknya berjatuhan di jalan raya, maka si bapak itu sibuk mengambili satu per satu buah jeruk yg berjatuhan ke mana mana,

dan karena lamaaaa ngambilnya satu per satu, maka si kenek bis nya berkata :

“Cepetan pak, kita nggak bisa nunggu lama, nanti keburu bis ini disalip oleh bis yg di belakang nanti nya, nih anak anda saya turunin lagi”.

Setelah si anak itu diturunkan, lalu ikutan membantu bapaknya untuk mengumpulkan kembali buah jeruk ke dalam tas plastik yg baru,

lalu anaknya berkata :
“Bapak sih, tadi nggak cepetan ngumpulin jeruk jeruknya, akibatnya nggak jadi deh, aku naik bis yg bagus itu dan nggak jadi pula aku duduk di kursi pilihanku”.

Si bapaknya berkata :
“Sudah, sabar, *apa yg luput terlepas dari kita niscaya akan diganti oleh Alloh dengan yg lebih baik*,

Tak lama kemudian, datanglah bis yg lain tapi *bis yg kelihatan jelek*,

setelah keduanya naik bis tersebut, di sepanjang perjalanan, si anak itu merasa kecewa berat, karena bis nya jelek, karena duduknya tidak di kursi depan kesukaannya, dia diam saja menggerutu, tdk mau diajak ngobrol dengan bapaknya.

Setelah setengah jam berlalu, tiba tiba ada kemacetan di depan sana, akibatnya bis itu terjebak kemacetan yg hanya bisa berjalan lambat sekali,

ternyata penyebabnya adalah kecelakaan *bis yg bagus tadi* menabrak pohon, dan terlihat oleh si bapak dan si anak itu dari dalam jendela bis nya, ternyata bagian terparah rusaknya adalah bodi depan kiri,

dan terdengar pula teriakan org org yg mengevakuasi, bahwa yg mati adalah keneknya dan dua penumpang yg duduk di kursi depan kiri.

Melihat kejadian itu, si bapak berkata kepada anak nya :
“Jikalau tadi tas kantong plastik tidak robek, jikalau tadi jeruknya tidak berjatuhan, pasti tadi kita menaiki bis yg kecelakaan itu, dan pasti kita berdua sudah mati,

jangan sampai kamu lupakan peristiwa ini nak, ini adalah *hari dimana Alloh menyelamatkan kita berdua* dari apa yg kita anggap sebelumnya tampak bagus, ternyata tidak baik”.

Leave A Reply

Your email address will not be published.