Demi Menggapai Ridha-Mu

Ayahku memang beda

2

ABIKU MEMANG BEDA

SELAMAT HARI LAHIR ABI YANG MEMANG BEDA

Diusiaku 11 tahun sekarang ini, aku sadar bahwa aku merasa berbeda dari kebanyakan anak lainnya. Dan itu semua karena Abiku.

Ketika aku masih kecil, Abi sering pergi ke Jakarta untuk mencari nafkah, sedangkan Ummi mengajar disekolah, maka disaat aku masih kecil, aku adalah anak yang sering berjalan sendiri dari rumah ke TK. Disaat anak-anak lain kebanyakan diantar oleh orang tuanya. Dan disaat itu kami masih berumah di Kebumen. Aku jarang sekali bertemu dengan Abiku.

Suatu ketika, aku pernah jatuh dari motor, aku terluka hingga tulang tanganku patah, akhirnya kami pindah ke solo dan tinggal berumah kontrakan disana. Setelah aku sehat atau sudah dimasukkan penyanggal yang ada didalam tanganku, kita akhirnya tinggal disolo.

Aku masuk kedalam TK yang ada disekitar sana. Disaat aku belajar di TK yang ada didekat rumah, aku tidak menyadari kalau Abi itu belajar online hingga dari pagi sampai malam. Abi memulai bisnis barunya. Alhamdhulillah bisnisnya Abi ada bertumbuh. Ketika aku sudah lulus dari TK, maka aku belajar disekolah hingga kelas 2.

Dan di kelas 2 ini aku dikhitan, disaat selesai dikhitan inilah Abi berkata kepadaku: “Sekarang kamu sudah sunat, kini Abi menganggap kamu sudah balig, artinya Abi tidak ada kewajiban untuk memberimu makanan, pakaian, dan biaya belajar. Itu berarti kamu harus mencari rezeki sendiri, tapi apakah kamu bisa? Aku langsung jawab “tidak” (inilah yes strep atau no strepnya Abi yang selalu memberikannya kepadaku, yakni memberi pertanyaan yang membuat orang lain untuk mengikuti alur berfikirnya. Dan sekarang aku baru tahu tentang ilmu ini, yang membuat orang berkata ya atau tidak sesuai keinginan kita)

Setelah itu Abi mengatakan, karena kamu belum bisa cari rizeki sendiri maka atas dasar rasa kasih sayang Abi kepadamu, maka rezeki yang diberikan Allah kepada Abi akan kuberikan sebagian harta ini untuk keperluanmu, tapi ingat, harta ini adalah harta yang dititipkan Allah ke Abi, bukan hartamu. Kamu masih miskin dan perlu cari rezeki sendiri, Abi akan jadi gurumu yang mengajarkanmu untuk mencari rezekimu sendiri.

Dihari khitan itu yang seharusnya aku gembira malah aku bersedih, anak anak yang lain setelah sunat mendapatkan hadiah banyak, Abiku memang beda, dia menarik semua hartanya dari diriku, dan menjadikanku anak miskin dihari sunatku itu.

Sekarang semakin besar aku baru mengerti hikmah penarikan harta itu atau peristiwa pemiskinan itu adalah titik awal pembelajaranku tentang hidup sampai sekarang ini. Abiku orang yang tepat janji, dia memang menjadi guru bagiku untuk mencari rezekiku sendiri, dan tak hanya guru, Abiku juga investor pertamaku. Abi memberikan hutang modal 10 juta tanpa bunga kepadaku yang nanti harus aku kembalikan lagi kepadanya untuk hidup dan memulai usahaku sendiri. Aku harus hidup dan berbisnis dengan modal 10juta itu.

Abiku berkata: ini adalah ujian untukmu untuk mendapatkan gelar Al-amin dari Abi, Al-amin yang dimaksud abiku adalah gelar bagi orang yang bisa diandalkan atau dipercaya, diandalkan untuk memegang amanah. Sama seperti Rasulullah mendapatkan gelar itu sebelum fase diangkat sebagai Rasul. tapi Rasulullah mendapatkan gelar yang diakui dunia, sedang aku hanya diakui Abiku saja. Dan sekarang aku masih berjuang untuk hidup dan bisnisku dengan modal 10 juta itu.

Dan disaat yang sama, dihari khitan itupula Abi memberikan wasiat kepadaku, yang juga kepada adikku setelah dia khitan juga, dan inilah wasiat itu:

1. Jangan pernah menyakiti semua wanita, terutama Ummimu. Jangan pernah berkata tidak atau ah kepada Ummimu. Jangan pernah menyakiti kepada semua wanita. Karena semua wanita itu akan dan telah menjadi ibu yang akan menghidupkan pertumbuhan peradapan manusia dibumi ini.

2. Carilah ilmu hingga akhir kematianmu, Carilah ilmu melalui guru dan kitab, pergilah sejauh jauh mungkin untuk mencari guru terbaikmu, bacalah buku terbaikmu sebanyak mungkin dan ikatlah ilmumu dengan tulisan. Ajarkan ilmumu kepada orang lain, jangan kamu simpan sendiri ilmumu. Jadilah pengajar karena mengajar adalah pekerjaan nabi nabi kita. Gunakanlah ilmumu untuk amal. Buatlah karya atas ilmumu dan pastikan kamu mengurusi urusan urusan besar.

3. Carilah rezeki yang halal dan thoyyib, jangan pernah kamu dan anak keturunanmu memakan makanan yang subhat atau yang masih meragukan, karena barang subhat lebih baik kamu tinggalkan. Jadilah orang yang menggenggam banyak harta dan kamu gunakan untuk infak dan shodakoh pada orang fakir dan miskin. Jagalah hatimu untuk berjarak dengan harta yang kamu miliki agar kamu tidak menjadi orang yang kikir dan pelit.

4. Carilah istri istri yang memiliki sanad yang baik dan menjaga rasa malunya, karena rasa malu dari istri-istrimulah yang menjaga kehormatanmu. Milikilah keturunan keturunan yang banyak dari mereka. Ajarilah istri dan anak anakmu tentang agama. Ketika kamu akan menikah, beritahu kepada calon istrimu, beritahulah dia bahwa taatku adalah kepada ummiku dan taatmu (istri) adalah kepadaku. Kalau ada masalah antara orang tuamu dengan orang tuaku dalam waktu yang sama maka aku akan mengutamakan orang tuaku. Jika Ummi ku meminta waktu lebih banyak untuk bertemu diriku dibandingkan waktu lebih banyak dengan istrimu maka katakanlah aku akan tetap memberikan waktu lebih banyak kepada Ummiku dan jika kamu mendapatkan rezeki berupa harta dari Allah maka sebagian besar harta akan aku berikan kepada Ummiku untuk membahagiakan Ummiku dan istrimu kamu minta untuk mengambil secukupnya saja. Dan jika kamu ingin melakukan sesuatu hal maka selalulah minta ridho kepada Ummimu. Karena disitulah surgamu.”

Disaat aku kelas 2, aku pindah sekolah. Dan di SD yang kedua ini aku belajar, dan sebelum lulus, akhirnya orangtuaku memutuskan untuk keluar dari sekolah dan home schooling. Kenapa kok Abi membuatku tidak sekolah? Karena abi ingin aku memegang perkara perkara yang besar, maka cara pengajarannya pun berbeda dengan yang lain dan cara belajarnya itu pasti yang berkaitan dengan perkara atau urusan yang besar itu. Abi berkata,”Abi akan mempersiapkanmu agar kamu memiliki tulang punggung yang siap memikul beban yang berat, yaitu urusan urusan yang besar”

Lalu disaat home schoolling ini aku mengikuti kuliah yang berisi tentang pelajaran jualan online, dan 3 bulan aku belajar disana. Aku anak paling kecil disana, yang lainnya sudah besar dan lulus kuliah, dan ada yang sudah punya anak seusiaku.

Abiku memang beda, anak yang lain seusiaku yaitu 11 tahun, seharusnya masuk Sekolah Dasar, aku malah tidak, aku diminta masuk Kuliah. Kuliah Jualan Online. Letak kuliahku ini berada di jogja, dan aku selalu bolak balik dari solo hingga jogja hampir setiap hari. Ketika sedang berjalan untuk menuju ke jogja, aku disuruh oleh Abi untuk menulis tulisan yang isinya adalah tentang sejarah nabi Muhammad S.A.W. dan ketika perjalanan pulang dari jogja ke solo, disinilah aku banyak berbicara dengan Abiku. Dan Abiku banyak bercerita kepadaku. Dan semua pembicaraan itu aku rekam.

Dihome Schoolling ini, aku berbeda nasibku dengan disaat aku TK yang kesepian dari Abi. Sekarang rata rata waktuku banyak bertemu dengan Abi. Dan suatu hari ketika kami pulang dari jogja kesolo aku pernah bertanya kepada Abi bahwa apakah Abi pernah menyesali sesuatu urusan di seumur hidup Abi?

Maka abi menjawab ;”Tidak pernah Kak, bahkan kalau takdir ini diulangi 1000 kali sekalipun, maka Abi akan tetap meminta takdir seperti ini tetap terjadi kepada Abi, karena Abi merasa selalu Menang. Kalau Abi memutuskan satu hal, begitu keputusan itu benar, berarti abi bersyukur. Tapi kalau Abi salah, Abi belajar dari ini semua, jadi Abi enggak pernah merasa kalah. Selalu menang dalam batinnya Abi. Itu yang membuat Abi tenang Kak, jadi Abi , ya salah ya sudah, berartikan Abi belajar, mengambil hikmah dari perbuatan kemarin. Tinggal tobat aja karena ada mekanisme tobat dalam agama. Manusia biasa itu tidak selamanya benar terus atau salah terus, pasti kadang benar kadang salah, kalau dalam kondisi benar ya bersyukur, kalau salah kita belajar mengambil hikmahnya dan bertaubat untuk tidak mengulanginya. Itulah kenapa Abi membenci ketika orang merasa salah kemudian dia menjadi takut, menjadi khawatir tanpa segera mau memperbaikinya. Dengan sikap seperti ini. maka Abi merasa selalu menang, benar ya menang, salah ya menang. Kalau sudah begini: buat apa menyesal, katanya.

Di waktu yang lain aku juga pernah bertanya kepada Abi: apakah Abi pernah merasa marah dengan orang hingga saat ini?
Abi menjawab ,”maksudnya dendam kak?, aku menjawab, iya, terus Abi menjawab lagi, dendam itu sama dengan penyesalan, urusannya berkaitan dengan perbuatan dimasa lalu, sedang khawatir adalah perbuatan yang terjadi berkaitan dengan masa depan. Masa lalu dan masa depan keduanya tidaklah Abi genggam sekarang, karena masa lalu sudah berlalu, masa depan belum terjadi. Jadi mengapa Abi harus menjadikan beban dimasa kini?. Jadikanlah masa lalumu sebagai sejarah yang penuh hikmah dan masa depanmu sebagai harapan tanpa kekhawatiran. Jadi Abi tidak pernah mau merasa dendam kepada orang.

Abi memberikan syarat untuk lulus dari home schoolling, adalah dengan membuat buku, beliau mengatakan “kamu harus lulus dengan membuat buku, karena out put atau karya dari kamu sekolah bersama Abi itu adalah kamu mengikat ilmunya dengan membuat kitab, mencatat menjadi kitab, makanya buku ini adalah Syarat kelulusan SD. Syarat kelulusanku di SD Soekmono Adi” katanya.

Kenapa Abi kasih pelajaran sejarah dengan sangat sering bahkan disuruh menuliskan dengan detail dari peristiwa ke peristiwa dan berserta hikmah-hikmahnya, inilah alasannya Abiku: karena selain sejarah itu adalah jembatan antara masa kini dengan masa lalu dimana kita bisa ambil hikmah atas peristiwa peristiwa masa lalu itu dan hikmah ini kita bisa gunakan untuk membuat keputusan di masa kini dan masa depan, selain itu Abi ingin mengajarkan tentang karakter karena isi semua sejarah itu adalah karakter dari tokoh tokoh sejarah dan sebaik baiknya belajar karakter dalam sejarah, adalah sejarah Rasulullah Saw.

Untuk mempelajari karakter dalam sejarah seperti ini, Abiku selalu berpesan : ketika kamu membaca sejarah Rasulullah Saw, baik didalam Quran, hadits maupun dibuku sejarah lainnya, berfikirlah atau berimajinasilah kamu seolah olah kamu sendiri yang menerima peristiwa itu agar kamu dapat dengan mudah mengambil hikmah atas dirimu sendiri, agar kamu juga bisa mengukur dirimu sendiri apakah kamu memiliki keputusan keputusan yang sama seperti Rasulullah? Jika peristiwa itu diberikan hanya kepadamu, jarak keputusanmu dengan keputusan Rasul itulah yang harus kamu kejar, karena membuat putusan itu adalah poin yang besar dalam membentuk karaktermu. Kebanyakan orang takut mengambil keputusan karena itu mereka diombang-ambingkan oleh orang lain, hidup mereka diatur oleh orang lain. Dan ketahuilah jika ada orang seperti itu maka orang ini tidak bisa diandalkan, maka jauhilah sifat seperti ini.

Ada satu nasehat dari Abiku yang melekat kuat dikepalaku, “ketika kamu sudah mengurusi perkara-perkara besar dan mengalami kehidupan yang sangat tertekan dalam kesusahan atau dalam kegentingan, maka tenangkanlah jiwamu, hiburlah jiwamu dengan kisah kisah orang terdahulu yaitu nabi nabimu yang telah diberikan beban yang lebih berat dari pada dirimu, ceritakanlah cerita cerita itu kepada jiwamu agar jiwamu menjadi tenang. Ini pula yang menjadi alasan kenapa Abi selalu menceritakan sejarah Nabi Nabi dengan sangat serius kepadamu.

Disaat home scholling ini, aku selalu dikondisikan untuk selalu membaca buku. Ada dua cara untuk mendapatkan ilmu, yaitu dengan cara membaca buku dan guru, karena abi itu mempunyai tipe introvert, maka abi lebih mengutamakan di jalur buku, karena abi mengutamakan jalur buku maka didalam rumah itu banyak sekali buku, dan Abiku adalah seorang kutu buku, maka tak heran kalau Abi bisa memperoleh ilmu banyak hingga sejauh ini.

Buku buku yang diberikan kepadaku adalah buku buku dari penulis utama, bukan saduran. Sebagai contoh buku yg aku sedang pelajari adalah shirah nabawiyah dari seh SYAIKH SHAFIYYURRAHMAN AL-MUBARAKFURI, sirah nabawiyah dari Ibnu Hisyam, Sirah Nabawiyah dari buku Dr. Ali Muhammad Ash Shalabi, Sirah Nabawiyah K.H. Moenawar Chalil, Sirah Nabi Muhammad dari Prof, M Quraish Shihab, kitab berjudul Muhammad dari Abu Bakr Siraj al Din, kitab berjudul Khadijah dari Abdul Mun’Im Muhammad, Kisah Para Nabi dari Ibnu Katsir, Shahih Bukhari dari Imam al-Bukhari dan masih ada yg lainnya.

Buku buku umum yg diberikan abi untuk aku baca antara lain The Success Principles dari Jack Canfield, Think and Grow Rich dari Napolion Hill, Giod to Great dari Jim Collin, Great by Choice dari Jim Collin, 7 Habbits dari Steven Covey, 5 Levels of Leadership dari John C. Maxwell, Six Thinking Hats dari Edward de Bono dan beberapa buku soal seni belajar bahasa tubuh, selain itu juga buku biografi dari orang orang dalam sejarah dan buku ekslikopedia dunia.

Abi juga sangat serius mengajarkan pelajaran geografi kepadaku, bukan hanya dengan buku tapi juga melakukan perjalanan jauh, menjelajahi langsung kota kota dan negara negara dibumi ini. Abi mengatakan geografi adalah ilmu para raja raja, karena geografi mengajarkan ilmu tentang ruang, melihat bumi dan seisinya ini dalam kaca mata ruang. Inilah kenapa Abi menekankan kepadaku untuk terus menjajahi negara dan kota kota dimuka bumi ini. Agar aku bisa menganalisa dan mendapatkan hikmahnya. Abi juga mengajarkan pelajaran sastra kepadamu, katanya ilmu sastra adalah ilmu untuk melembutkan hati.

Cara abi mengajar adalah Abi menyuruhku untuk membaca dihadapan Abi, jika ada kata kata yg aku tidak tahu, aku bertanya kepada Abi dan Abi menjelaskan, lalu sesudah membaca aku disuruh menceritakan kembali dengan cara presentasi dihadapan Abi (memakai bahasaku sendiri) kemudian aku menulis apa yg aku presentasikan tadi. Sangat sederhana belajarnya. Mudah diucapkan, sulit dilakukan, karena pelajaran seperti ini, aku baru menyadari kalau membutuhkan konsentrasi pikiran yg sangat besar, jadi sedari awal memang harus niat untuk belajar agar pikiran ikut berkonsentrasi dalam menyerap ilmu.

Ketika dirumah, kesukaan Abi adalah menonton film perang, dan aku pernah bertanya kepada Abi “kenapa kok abi suka menonton film perang?” Lalu abi menjawab, karena didalam perang itu ada dua hal kesimpulannya: siapa yang hidup lebih lama dialah yang menang, dan meskipun dalam kondisi yang tersusahpun, orang yang mempunyai semangat serta harapanlah yang paling banyak berpeluang untuk hidup lebih lama.

Àbi memang beda, kenapa kok Abi berbeda? Karena Abi selalu membuat jarak dengan dunia, kalau kebanyakan orang itu maju maka Abi pasti mundur, kalau kebanyakan orang mundur, maka Abi maju sendirian. Inilah yang mengakibatkan aku adalah salah satu korbannya, karena Abi melihat bahwa sekolah itu tipenya adalah: mengeluarkan lebih banyak untuk mendapatkan yang lebih sedikit.

Penjelasan kalimat ini adalah karena banyak energi, uang dan waktu yang keluarkan tapi hanya tersisa sedikit dari yang didapatkan, Abiku sering berkata “kita TK 2 tahun, SD 6 tahun, SMP 3 tahun, SMA 3 tahun KULIAH 4 tahun, total 18 tahun, dan pertanyaannya adalah, apakah yang tersisa dari pendidikan kita: apakah yang tersisa dari pelajaran biologi kita selama 18 tahun itu? Apakah yang tersisa dari pelajaran sejarah? Apakah yang tersisa dari matematika kita? Apakah yang tersisa dari pelajaran ppkn kita? Apakah yang tersisa dengan pelajaran IPA kita?
Dan apa yang tersisa dari pelajaran bahasa inggris kita selama 18 tahun mempelajarinya? Kebanyakan orang pasti menjawab sangat sedikit yang tersisa, kalau memang sangat sedikit kenapa kita harus memasukinya?

Kata orang sekolah biar pintar, maka mereka sudah mendapatkanya karena kepintaran diukur dengan nilai, tapi belum tentu pengalaman. Kata orang sekolah agar mendapatkan pekerjaan yang bagus dan mendapatkan banyak uang, tapi pelajaran soal uang dan akhlaq untuk mendapatkan uang tidak pernah diajarkan disekolah. Itulah kenapa ketika banyak orang yang dimasukkan kesana, Abi justru mendidikku sendiri dimana aku mendapatkan seluruh materi untuk hidup, dimana ilmu untuk amal atau karya, bukan ilmu untuk ilmu.

Kenapa kok aku sekarang berbeda? Karna aku dididik oleh Abi yang mindsetnya berbeda dan karena Abi juga yang berkuasa dalam keluarga maka akhirnya aku pun juga dikondisikan untuk mempunyai mindset yang berbeda.

Abi itu ngobrolnya sangat keras, kalau orang nggak tahu biasanya kelihatan marah, dan kalau Abi menelpon didalam mobil, suaranya terdengar jelas hingga luar. Abi kalau tertawa juga sangat lepas dan terbahak bahak, tanda kalau beliau sangat bahagia, seringnya matanya merem saat tertawa terbahak bahak. Disetiap pertemuan dengan siapapun Abi selalu bisa menghibur orang, salah satu ciri beliau adalah memberikan cerita cerita lucu dari kisah kisah penuh hikmah yg membuat orang bisa tertawa terbahak bahak.

Abi sering melatih kemandirianku, salah satunya yaitu aku dari rumah ke stasiun purwosari naik gojek sendirian, lalu pergi jogja naik kereta juga sendirian, dan turunnya dari stasiun untuk ke tempat tujuannya juga sendirian. Ketika pertama kali aku berhasil melakukan tantangan ini, aku pernah ditanya oleh Abi tentang perasaanku, lalu menjawab biasa aja, karena aku membayangkan kalau mereka adalah sopir pribadi.

Disekarang ini, Abi sudah menganggapku sebagai anak yang sudah balig, dan karena itu, abi memberikan aku ilmu alat yang bisa mendapatkan rezeki dimasa depan nanti, salah satunya adalah jualan online. Itulah sebabnya aku kuliah online sekarang.

Abi mempunyai impian yg cukup besar terhadap aku serta adik adikku, yaitu kamu boleh jadi apa saja asalkan kamu bisa menghafal al Qur’an dan bukan hanya sekedar menghafal al Qur’an saja, tapi Abi juga ingin aku meriset surat surat yang ada di al Qur’an agar aku bisa mengetahui hikmah hikmah yang ada didalam al Qur’an. Abi juga mengatakan kamu boleh jadi apa saja asalkan kaya dengan cara yg halal dan toyyib, dan latihlah jiwamu untuk tidak menjadi jiwa orang kikir dengan selalu memberi harta keorang lain terutama orang fakir miskin

Soal bisnispun menjadi pembicaraan kita, beliau menjelaskan dengan sangat sederhana bahkan untuk anak 11 tahun sepertiku pun gampang memahaminya setelah abi menjelaskan prinsip prinsip bisnis sebagai berikut:

1. Jika ingin bisnis maka carilah pasar yang luas, dengan pasar yang luas, potensi omset akan ikut meluas. Jika diibaratkan, pasar itu seperti angin, produk itu seperti layang layang, kalau ingin layang layang kita cepat naik maka carilah angin yang kuat, kalau anginnya sepoi sepoi, tenaga, waktu, dan biaya akan banyak terkuras untuk menaikkan layang layang kita.

Jika anginnya kencang, pasti banyak layang layang yang terbang tinggi. Jika banyak layang layang diatas maka kita butuh pembeda yang membedakan layang layang kita dengan layang layang lainnya. Jika kita beda atau unik maka orang akan bisa melihat layang layang kita dibanding dengan layang layang lain. Untuk mendapatkan pembeda, kaidahnya sangat sederhana, kita hanya perlu menambahkan sesuatu atau mengurangi sesuatu pada produk atau pelayanan kita, pasti itu sudah jadi berbeda, ini sama saja seperti ketika semua orang maju maka kita mundur, kalau semua orang mundur maka kita maju sendirian, hasilnya selalu kita kelihatan sendirian, alias UNIK

2. Siapkan aset marketing dan geber habis habisan. Jika sudah ketemu pembedanya maka kita perlu geber habis-habisan. Pegangin terus pembedanya dan sebarkan kebanyak target pasar. Ibarat layang-layang, kita perlu menyiapkan benang yang kuat yang bisa menarik layang layang kita sampai keatas, itu berarti sarana seperti iklan dan pemasaran perlu diperbesar.

3. Siapkan tim, bisnis adalah olahraga tim, mencari tim ibarat mencari orang orang yang siap naik gunung. Carilah orang yang bisa memikul beban sampai keatas puncak gunung. Jangan orang yang menjadi sumber beban. Jika kamu ketemu orang dengan karakter sumber beban bukan pemikul beban maka segera keluarkanlah dia dari timmu, seberapapun biaya yang kamu keluarkan untuk mengeluarkan orang ini segeralah keluarkan, jangan pernah tunda-tunda. Cara mencari tim pemikul beban adalah, yang pertama carilah karakternya, karakter pemikul beban, setelah itu baru skillnya, dan setelah itu sering seringlah latih keterampilan timmu itu.

4. Bisnis adalah olahraga Scientific. Selalu tulislah yang akan kamu lakukan dan tulislah juga apa yang sudah kamu lakukan. Ini menjadikan dirimu lebih detail melihat data. Ibarat timmu naik gunung, setiap kemampuan pertumbuhan menaiki gunung, itu pasti ada syarat syaratnya dan setiap langkah kemunduran dalam menaiki gunung, itu pasti ada sebab sebabnya. Dua duanya membutuhkan penjelasan-penjelasan dalam bentuk catatan. Di dalam perusahaan Abiku selalu menyebut ini sebagai Managemen.

5. Perbaikan terus menerus. Setiap kemajuan dan kemunduran langkah menuju puncak gunung, perlu terus menerus untuk diperbaiki caranya, agar kita bisa menemukan rute ke puncak dengan cara yang paling cepat, paling murah dan paling mudah untuk mencapai puncak gunung itu. Dalam bisnis Abiku menyebut ini dengan “Bisnis Model”.

6. Semua perusahaan butuh pemimpin, dan Abiku menjelaskan sangat mudah soal pemimpin itu. Pemimpin itu adalah pola, seperti menjait baju, kita membuat pola potongan kain untuk dijahit menjadi baju, pola inilah yang akan dicontoh oleh yang lainnya. Pemimpin yang berhasil adalah selain dia bisa membawa tim untuk bertumbuh, ia adalah orang yang mencintai para pengikutnya dan pengikutnya mencintainya. Ia terus mendoakan para pengikutnya dan para pengikutnya mendoakan yang terbaik juga untuk dirinya.

Abiku memang beda. Jika tentang harta, aku banyak belajar darinya. Beliau adalah orang yg gampang mengeluarkan hartanya kepada orang lain, apalagi kepada orang fakir dan miskin. Aku pernah bertanya kepada Abi, kenapa Abi sangat gampang memberikan harta kepada orang lain? Abi menjawab, “karena Abi merasa sangat dicintai oleh Allah”.

Aku sangat mengerti arti cinta dikepala Abi adalah sebuah kata kerja untuk selalu memberi persembahan terbaik kepada yang dicintainya. Pemberian itu berupa perhatian dan tanggung jawab, sehingga kalau Abi merasa dicintai oleh Allah S.W.T. maka abi pasti merasa diperhatikan oleh Allah S.W.T dan dengan ini mudah saja aku berkesimpulan bahwa ketika Abi merasa dicintai oleh Allah maka Abi juga harus mencintai seluruh makhluq yang diciptakan oleh Allah. Mencintai berarti selalu memberikan yang terbaik kepada makhluq ciptaan Allah S.W.T. Disini aku paham, hanya dengan satu kata cinta ini bisa menggerakkan orang seperti Abiku untuk mudah melepas harta, tenaga dan waktunya untuk orang lain.

Abi juga berpuasa daud. Aku sering bertanya, kenapa Abi berpuasa? Abi menjawab ibadah puasa itu adalah ibadah untuk menahan diri supaya kita belajar makna keterbatasan pada diri kita sendiri, sedangkan infak dan shodaqah adalah ibadah untuk memberi, dimana kita sebisa mungkin mengeluarkan tanpa batas dalam memberi kepada orang lain. Abi ingin melatih jiwa Abi dengan cara: terhadap diri sendiri Abi batasi, terhadap orang lain Abi memberi tanpa batas. Disinilah aku mengerti mengapa rumah Abi lebih jelek daripada rumah tanteku, rumah amahku dan rumah teman teman Abi yang kaya lainnya.

Aku pernah bertanya kepada Abi, untuk mengetahui lebih jelas untuk penjelasan tentang kenapa kok rumah dan mobil kita begini begini aja? Lalu Abi menjawab, “semakin banyak berilmu, semakin sedikit perabotanmu kak.” Aku tahu ini bukan pertanda kalau Abi kekurangan.

Ada satu ustadz yang bercerita dalam youtubenya bahwa ada murid-murid SD yang disuruh menulis tentang ayahnya, dan hasilnya ternyata banyak anak yg tidak bisa menuliskan cerita tentang ayahnya, karena tidak banyak bahan ilmu yang diberikan Ayahnya kepada anaknya.

Berbedalah dengan diriku, diusiaku 11 tahun sekarang ini, beribu ribu kata aku bisa kisahkan cerita tentang Abiku, karena keterbatasan waktu untuk menuliskan tentang Abi sajalah yang membuat tukisanku ini berhenti disini. Dan aku ingin meniatkan untuk menuliskan banyak kitab soal petuah Abiku suatu hari nanti juga sebagai sarat kelulusanku di SD Soekmono Adi.

SELAMAT HARI LAHIR 9 DESEMBER, ABI YANG MEMANG BEDA

Dan terakhir aku berdoa

untuk Abiku. “Ya Allah, aku mencintai Abiku, maka cintailah ia dan cintailah seluruh makhluk yang mencintainya”.

Leave A Reply

Your email address will not be published.